Saturday, February 2, 2013

Musang Rase

Musang Rase (Viverricula indica)

Small Indian civet
Conservation status
Scientific classification
Kingdom:Animalia
Phylum:Chordata
Class:Mammalia
Order:Carnivora
Family:Viverridae
Subfamily:Viverrinae
Genus:Viverricula
Hodgson, 1838
Species:V. indica
Binomial name
Viverricula indica
Desmarest, 1804
Small Indian civet range
(green - extant,
pink - probably extant)

1. Geografis

Viverricula indica mendiami daerah di seluruh Asia, dari selatan dan tengah Cina di timur melalui Indocina dan India. Pulau-pulau Indonesia dari Sumatera, Jawa dan Bali. Spesies ini terdapat juga di Zanzibar, Madagaskar, Komoro, dan Socotra (pulau-pulau di lepas pantai timur Afrika) serta beberapa pulau di Filipina.

2. Habitat
Habitat Viverricula indica sangat bervariasi, karena mereka telah beradaptasi dengan berbagai kondisi kehidupan yang berbeda sesuai luas geografis mereka. Di banyak tempat, mereka tinggal di dekat manusia, dan tidak menderita akibat perambahan manusia. Bahkan, di banyak tempat paling sering terlihat makan pada unggas dan tinggal di selokan atau kakus atau bahkan tempat sampah. Musang kecil India lebih memilih daerah terbuka, penampakan di hutan hujan lebat (dengan perangkap kamera) terjadi jauh lebih jarang daripada penampakan di sungai, hutan gugur, dan lingkungan padang rumput. Mereka biasanya ditemukan pada ketinggian yang lebih rendah
Deskripsi

3. Ciri Fisik
Musang Rase memiliki bulu hewan oranye coklat, kuning, atau cokelat dihiasi dengan cincin hitam dan putih di leher mereka, bintik-bintik kecil pada tubuh yang menyatu ke dalam enam sampai delapan garis-garis gelap di bagian belakang ke arah ekor, dan hitam-putih banded ekor . Cakarnya biasanya coklat tua atau hitam, dan payudara adalah ringan coklat atau abu-abu, dengan sedikit jika ada tanda-tanda. Musang Rase dibedakan dari musang terkait erat (Viverra) dengan ukuran mereka secara signifikan lebih kecil, kurangnya puncak punggung bulu, kesenjangan yang lebih kecil antara telinga mereka, dan rostra pendek. Jantan umumnya lebih besar daripada betina



4. Reproduksi
Viverricula indica hampir sepenuhnya soliter dan asosial, kecuali selama musim kawin. Perkawinan biasanya terjadi setahun sekali. Proses dimana pasangan yang dipilih sebagian besar tidak diketahui.
Kelenjar musang telah terbukti menjadi sangat penting untuk reproduksi. Hal ini kemungkinan bahan kimia yang dipancarkan oleh kelenjar ini menarik pasangan satu sama lain atau menunjukkan mana hewan berada di estrus. Selama periode estrus, baik jantan maupun betina menggesek kan minyak dari kelenjar musang mereka pada berbagai jenis benda. Menurut penelitian yang sama, laki-laki juga mengeluarkan bunyi unik “da-da-da” suara saat gembira. Laki-laki mengejar betina dan kemudian mengendus anusnya sebelum kimpoi.

5. Sistem Perkawinan
Dalam penangkaran, para peneliti di China telah menunjukkan bahwa Viverricula indica memiliki dua periode estrus. Mayoritas pada Februari hingga April, tapi beberapa pada bulan Agustus dan September.
Di alam liar, sedikit yang diketahui tentang siklus estrus dalam spesies ini. Diperkirakan bahwa hewan dapat masuk ke estrus pada setiap saat sepanjang tahun di India, Pakistan dan Sri Lanka. Di Madagaskar, musim kawin dianggap September sampai Oktober. Data untuk hewan yang baru lahir melalui penyapihan sebagian besar tidak ada. Informasi yang ada berasal dari hewan dari penangkaran. Betina melahirkan dari 2 sampai 5 anak muda yang disapih pada 4 sampai 4,5 bulan.

6. Kebiasaan
Musang Rase umumnya soliter dan nokturnal. Sesekali, pasangan yang terbentuk (untuk kawin dan berburu). Di daerah tidak terganggu oleh manusia, mereka telah dilaporkan kadang-kadang juga berburu di siang hari. Musang Rase hidup di atas tanah, meskipun mereka juga memanjat dengan baik. Individu tidur di liang atau lobang berongga. Mereka bisa menggali liang mereka sendiri, tetapi juga menempati liang ditinggalkan dari spesies lain. Di habitat pinggiran kota mereka menggunakan talang atau lobang berongga, ruang gelap dengan liang/lobang.

7. Jangkauan
Musang Rase adalah teritorial, sebagai individu menghindari aroma dari orang lain kecuali selama estrus/ musim kawin. Sayangnya, belum ada penelitian tentang masalah teritorial dalam spesies ini. Sebuah penelitian gerakan satu individu di Thailand melaporkan bahwa mereka telah pindah 0,83 kilometer persegi dalam satu bulan dan 3,1 kilometer dalam setahun.

8. Makanan
Meskipun beberapa viverrida memakan buah-buahan, Tetapi Rase adalah karnivora. Mereka makan vertebrata terutama kecil, terutama tikus. Namun, mereka juga oportunistik dan akan makan buah, bangkai, dan sampah manusia. Mereka telah dilaporkan memangsa hewan peliharaan dan ternak kecil juga.


Salam wangi.

Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Small_Indian_civet

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Popular Post